![]() |
| Penulis: Nalani Alodia Mujab |
KIRM3M,- Gema Ramadhan 1447 H di MAN 3/PK Kota Makassar resmi mencapai puncaknya pada Jumat (27/02/2026), menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari di lingkungan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru, panitia pelaksana, serta mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari STAI Al-Furqan Makassar.
Selama pelaksanaan kegiatan, materi workshop disampaikan secara terpisah antara siswa ikhwan dan siswi akhwat. Rangkaian kegiatan bagi siswa ikhwan berlangsung di Masjid Darul Ulum, sementara siswi akhwat mengikuti kegiatan di Auditorium Madrasah. Kedua tempat tersebut tetap kondusif dan tertib sepanjang kegiatan. Pada sesi workshop kaligrafi, para siswi tampak serius memperhatikan arahan pemateri sekaligus mempraktikkan teknik penulisan huruf Arab dengan kaidah yang benar. Sementara itu, dalam sesi literasi, para siswi terlihat aktif menyimak dan mencatat materi tentang pentingnya bahasa asing dalam syiar Islam.
![]() |
| Foto: Eka Anita Indah |
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat nilai spiritual di bulan Ramadan sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan literasi siswa-siswi. Keterlibatan mahasiswa PPL juga bertujuan membekali mereka dengan keterampilan dasar mengajar, manajemen kelas, serta pemahaman lingkungan sekolah sebagai persiapan menjadi tenaga pendidik yang kompeten.
Salah
satu mahasiswi PPL STAI Al-Furqan Makassar, Amanda Putri dari prodi Pendidikan
Agama Islam menilai bahwa respons para siswi selama workshop berlangsung
sangat positif. Ia melihat para siswi mengikuti setiap sesi dengan penuh
perhatian, khususnya saat praktik kaligrafi, karena materi tersebut memadukan
nilai keagamaan dan kreativitas seni dalam satu pembelajaran yang menarik.
“Di sini saya melihat para siswi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan workshop, terlebih pada tema kaligrafi. Sebagaimana yang kita ketahui, tema ini sangat penting untuk dipelajari karena tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menyangkut unsur seni. Dengan demikian, perpaduan antara agama dan seni menyatu dalam kaligrafi," ungkapnya.
![]() |
| Foto: Eka Anita Indah |
Selain
workshop kaligrafi, sesi literasi juga menjadi bagian penting dalam
kegiatan ini. Pemateri literasi, Nurfaiza Farha Golib, Lc., S.Si., M.E.,
menjelaskan bahwa penguasaan bahasa asing diperlukan untuk memperluas jangkauan
dakwah agar nilai-nilai Islam dapat menjangkau masyarakat yang lebih beragam.
“Jika
kita hanya menguasai satu bahasa, maka jangkauan dakwah juga terbatas pada
penutur bahasa tersebut. Namun, ketika kita mampu menggunakan bahasa lain
seperti Inggris atau Arab, cakupan penyampaian nilai-nilai Islam akan semakin
luas dan dapat menjangkau audiens yang lebih beragam,” ungkapnya.
![]() |
| Foto: Eka Anita Indah |
Melalui kegiatan Gema Ramadhan 1447 H ini, diharapkan seluruh siswa-siswi MAN 3/PK Kota Makassar dapat terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang seni kaligrafi maupun literasi keislaman. Selain itu, pengalaman yang diperoleh mahasiswi PPL diharapkan mampu menjadi bekal berharga dalam mempersiapkan diri sebagai pendidik yang profesional dan inspiratif.




0 Komentar