Kajian Islami Remaja 2026 MAN 3/PK Kota Makassar Bangun Kepercayaan Diri Sehat di Tengah Arus Tren

Penulis: Dinara Aprylia Hamdani

KIRM3M,- Kajian Islami Remaja 2026 yang diselenggarakan oleh ROHIS Hilyatusy-Syabab berkolaborasi dengan OSIM Kabinet Argantara di Auditorium MAN 3 Kota Makassar berlangsung dengan penuh antusiasme. Mengangkat tema “Antara Validasi dan FOMO: Hidup Mengikuti Tren atau Jati Diri”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi remaja untuk memahami identitas diri di tengah derasnya arus tren dan media sosial.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 3/PK Kota Makassar, Dr. Hj. Haerani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kajian Islami memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa sebagai generasi penerus bangsa. Ia menegaskan bahwa pembinaan karakter harus dilakukan secara konsisten melalui kegiatan yang terarah dan edukatif.

Foto: Aqilah Nazwa Ramadani

“Di mana pun dan kapan pun berada, siswa-siswi MAN 3 Kota Makassar harus tetap menunjukkan karakter yang baik serta menjaga akhlak sebagai representasi madrasah,” pesan Dr. Hj. Haerani, S.Pd., M.Pd.

Andi Sitti Maryam Al Yafie selaku Ketua Panitia kegiatan Kajian Islami Remaja 2026 menjelaskan bahwa pemilihan tema FOMO dan validasi dilatarbelakangi oleh fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Ia mengatakan bahwa panitia ingin menghadirkan kajian yang tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga relevan dengan keresahan generasi muda di era digital.

Foto: Aqilah Nazwa Ramadani

“Kami ingin menghadirkan kajian yang benar-benar menjawab persoalan remaja hari ini, agar mereka tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memahami jati diri mereka,” ujarnya.

Antusiasme kegiatan ini juga dirasakan oleh peserta dari luar madrasah. Muhammad Rastra Samara Yahya dari SMA Negeri 22 Kota Makassar mengungkapkan bahwa ia tertarik mengikuti kajian ini karena desain poster yang menarik serta tema yang relevan dengan generasi Z. Ia juga menilai suasana kajian terasa interaktif dan menyenangkan.

“Materinya seru dan tidak membosankan. Saya jadi paham bahwa FOMO itu bisa berdampak positif atau negatif tergantung bagaimana kita menyikapinya,” ungkap Rastra.

Foto: Achmad Rafi Zayyan

Ia menambahkan bahwa pesan yang paling membekas baginya adalah bahwa “kunci kesuksesan adalah kesunyian,” yang mengajarkannya untuk lebih memahami diri tanpa harus selalu mencari pengakuan dari orang lain.

Melalui sinergi antara pihak madrasah, panitia, dan peserta, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk siswa-siswi MAN 3/PK Kota Makassar yang berkarakter kuat, percaya diri, serta mampu menjaga jati diri di tengah dinamika zaman.

Redaktur: Siti Aurelia Mustakim
Editor: Annisa Aulia Aljabar

Posting Komentar

0 Komentar