![]() |
| Penulis: Fareeha Malika Amir |
KIRM3M,- Pelaksanaan Gema Ramadhan 1447 H di MAN 3/PK Kota Makassar telah memasuki hari keempat yang berlangsung pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru dengan menghadirkan rangkaian pembinaan karakter yang berfokus pada penguatan nilai kesabaran dan resilience generasi muda. Seperti hari-hari sebelumnya, siswa ikhwan mengikuti kegiatan di Masjid Darul Ulum MAN 3 Kota Makassar, sedangkan siswi akhwat tetap di Auditorium MAN 3 Kota Makassar.
Siswi akhwat mengikuti tausiah yang menekankan pentingnya membangun kesabaran sebagai fondasi resilience dalam kehidupan pelajar. Tausiah ini membahas bahwa kesabaran tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menahan diri, tetapi juga sebagai kekuatan untuk bangkit, bertahan, dan tetap istiqamah dalam menghadapi ujian kehidupan, terutama di bulan suci Ramadan.
![]() |
| Foto: Bagus Almubarak |
Sejak pagi, suasana kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Para siswi mengikuti setiap rangkaian acara dengan antusias, menyimak penyampaian materi, serta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Pemateri tausiah, Muhammad Naufal, Lc., menjelaskan bahwa tujuan utama penyampaian materi adalah mengajak peserta didik untuk memaknai kembali arti sabar dan memahami dimensinya secara lebih mendalam. Ia menekankan bahwa resilience lahir dari kesabaran yang dilatih secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utama tausiah hari ini adalah mengajak peserta didik memaknai ulang
apa itu sabar, mengenali dimensinya, serta mengambil tindakan yang tepat
berdasarkan keadaan yang dihadapi. Saya juga berharap adik-adik dapat
mengurangi penggunaan gawai dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih
bermanfaat selama bulan Ramadan,” ungkapnya.
![]() |
| Foto: Fatin Fathilia |
Salah satu siswi, Aini Meilinda S.P. dari kelas XI.A3, turut membagikan
kesannya setelah mengikuti tausiah. Ia mengaku semakin menyadari bahwa
kesabaran bukan hanya soal menahan keinginan, tetapi juga kemampuan mengelola
diri saat menghadapi tekanan, seperti tugas yang menumpuk atau godaan untuk
melakukan hal yang kurang bermanfaat.
“Kegiatan ini membuat saya lebih memahami bahwa menjadi sabar membutuhkan
latihan yang nyata. Saya ingin lebih mampu mengendalikan diri dan memperkuat resilience
dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” tuturnya.
![]() |
| Foto: Fatin Fathilia |
Melalui kegiatan tausiah ini, madrasah berharap nilai kesabaran dan resilience dapat tertanam kuat dalam diri para siswi, sehingga mereka mampu menghadapi berbagai tantangan dengan sikap yang lebih tenang, bijak, dan penuh kesadaran selama bulan suci Ramadan maupun dalam kehidupan setelahnya.




0 Komentar