Penulis: Adelia Faeezah Putri
KIRM3M,- MAN 3/PK Kota Makassar melaksanakan kegiatan Tausiah bertema “Cinta Ilmu” pada Jumat, (2/10/2026). Bertempat di Lapangan Semi-Indoor MAN 3/PK Kota Makassar. Kegiatan tersebut menghadirkan Mirwan Sudarman, Lc., M.Ag. sebagai pemateri dan diikuti oleh siswa-siswi, guru, serta tenaga kependidikan.
Tausiah dengan tema “Cinta Ilmu” menjadi salah satu bentuk penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan MAN 3/PK Kota Makassar. Kegiatan ini mengajak siswa untuk memahami bahwa mencintai ilmu tidak hanya ditunjukkan melalui kegiatan belajar, tetapi juga melalui penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Foto: Adinda Tasya Senriangi
Wakamad Humas sekaligus salah satu guru MAN 3/PK Kota Makassar, M. Ansharuddin Y., S.Ag., menjelaskan bahwa ilmu yang telah dipelajari seharusnya dapat memberikan manfaat dalam kehidupan. Ia mencontohkan ilmu agama yang dapat diterapkan melalui ibadah dan akhlak, sementara ilmu yang diperoleh di sekolah dapat digunakan untuk membantu orang lain.
“Cinta terhadap ilmu tidak hanya dilihat dari seberapa banyak yang kita tahu, tetapi dari bagaimana kita mengamalkannya,” jelas M. Ansharuddin Y., S.Ag.
Ia juga menekankan bahwa mencari ilmu semata-mata untuk memperoleh nilai dan prestasi belum sepenuhnya mencerminkan kecintaan terhadap ilmu. Nilai dan prestasi dapat menjadi motivasi, tetapi pemahaman, pengembangan, serta pengamalan ilmu menjadi hal yang lebih utama. Penerapan KBC pun turut membantu siswa memahami bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.
Foto: Adinda Tasya Senriangi
Sementara itu, salah satu siswi kelas XI.B1 MAN 3/PK Kota Makassar, Amanda Zhaafirah Rangian, menilai bahwa kecintaan terhadap ilmu penting karena ilmu dapat membantu seseorang memahami banyak hal dan memberikan manfaat bagi orang lain. Ia juga menyebutkan beberapa cara yang dapat dilakukan siswa untuk menunjukkan kecintaannya terhadap ilmu, seperti rajin belajar, membaca buku, bertanya ketika belum memahami materi, dan tidak mudah menyerah.
“Belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi juga untuk menambah pengetahuan dan menjadi lebih baik,” ujar Amanda Zhaafirah Rangian.
Foto: Adinda Tasya Senriangi
Lebih lanjut, Amanda menyampaikan bahwa ketika mengalami kesulitan dalam belajar, siswa dapat mencoba memahami materi secara bertahap serta bertanya kepada guru atau teman. Menurutnya, kecintaan terhadap ilmu juga membuat siswa lebih menghargai guru sebagai sosok yang membantu mereka memperoleh ilmu. Melalui Tausiah “Cinta Ilmu” yang disampaikan oleh Mirwan Sudarman, Lc., M.Ag., semangat belajar diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat membentuk siswa yang mampu mengamalkan ilmu dan menjadi pribadi yang bermanfaat.
Redaktur: Fatin Fathilia Alfathi
Editor: Nasyiah Nurmarwah Syalwa




0 Komentar